DAPATKAN ARTIKEL TERBARU

Wednesday, April 14, 2021

Cara Mudah Menulis Karya Ilmiah

Bagi masyarakat yang terpelajar, penulisan ilmiah atau akronim KTI yang populer bukanlah pekerjaan yang aneh. Baik itu guru, mahasiswa, dosen, mahasiswa atau kalangan terpelajar lainnya. Khusus bagi mahasiswanya sendiri, karya ilmiah merupakan mata kuliah wajib, apapun tulisan dan konten yang akan dibahas di dalamnya harus dikuasai.

Tidak hanya pekerjaan rumah yang paling sering dosen perintah kerjakan, namun bagi mahasiswa karya ilmiah juga menjadi syarat yang sangat diperlukan di akhir perkuliahan yaitu skripsi. Penulisan karya ilmiah seperti skripsi membutuhkan pengetahuan mulai dari penelitian hingga penulisan. Umumnya jika tidak menulis karya ilmiah pasti tidak akan lulus.

Info seputar penerbitan, klik disini.

Karya tulis ilmiah berisi pendapat yang ditulis berdasarkan hasil penelitian atau hasil penelitian untuk menyelesaikan masalah dan memenuhi kaidah ilmiah. Saat menulis esai semacam itu, dibutuhkan ketekunan dan ketelitian.


Hal ini dilakukan untuk memperoleh hasil penulisan yang faktual berdasarkan data-data yang terjadi di lapangan. Karya ilmiah sering disebut sebagai karya akademik, karena biasanya dosen dan mahasiswa yang menulis karya ilmiah.

Nah bagi yang sedang mencoba menulis karya ilmiah, entah itu sedang menyelesaikan tugas atau mengikuti proyek berskala besar seperti kompetisi, mereka bingung tahap mana harus menulisnya. Jangan khawatir, berikut beberapa tips dan trik menulis karya ilmiah!


1. Persiapan dan Perencanaan

Sebelum memulai kegiatan apapun yang perlu kita lakukan adalah persiapan dan penulisan. Perencanaan merupakan bagian integral dari proses penulisan karya ilmiah. Merencanakan semua aspek yang akan dipelajari dan dibahas, seperti pemilihan topik masalah, penetapan tujuan, eksplorasi topik, dan lain sebagainya.


2. Temukan Topik yang Menarik

Topik yang menarik tentunya merupakan hal yang perlu diperhatikan. Pasalnya, untuk mengerjakan karya tulis ilmiah ini sebagai penulis perlu dikaji dari pertanyaan-pertanyaan dasar hingga inti permasalahannya.

Belum lagi, Anda bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan atau lebih untuk menyelesaikan tesis. Topik yang menarik juga akan mempengaruhi minat menulis Anda, ketika Anda tidak tertarik dengan suatu topik tetapi tetap mematuhinya, Anda tidak akan menikmati menulis dan pekerjaan Anda akan semakin sulit.


3. Pilih Judul yang Menarik

Judul adalah kunci dari setiap karya tulis. Konten dasar yang menurut pembaca perlu diperhatikan. Judul akan memiliki pengaruh yang besar dalam menarik perhatian pembaca. Semakin menarik judulnya, semakin banyak pula peminatnya yang membaca tulisan kita. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mencoba membuat karya tulis Anda semenarik mungkin.

Yang penting judul merupakan cerminan penting dari isi tulisan dalam suatu karya tulis ilmiah. Dengan judul tersebut, pembaca akan dapat mengidentifikasi variabel yang digunakan, ruang lingkup penelitian, dan jenis penelitian yang digunakan dalam karya tulis ilmiah tersebut.


4. Baca Lebih Banyak Referensi

Semakin banyak kita membaca sebuah artikel, dan teori yang berkaitan dengan topik yang dibahas dalam penulisan ilmiah ini, semakin luas pula pengetahuan kita. Tentu saja, hal ini akan memberikan banyak pengaruh positif bagi Anda, dan Anda akan mengeksplorasi banyak hal yang akan Anda diskusikan secara tertulis. Oleh karena itu, kunci sukses karya tulis adalah membaca banyak bahan referensi. Kembangkan ruang lingkup penelitian.


5. Jelaskan Metode Penelitian

Metode penelitian ini merupakan kerangka acuan dalam penulisan karya ilmiah. Metode penelitian menggambarkan metode yang digunakan (kuantitatif atau kualitatif), sumber data yang digunakan, populasi dan sampel (jika penelitian menggunakan sampling), teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Indikator yang digunakan juga harus disusun berdasarkan teori yang lebih mendukung para ahli.


6. Mempresentasikan Hasil Penelitian

Setelah mendapatkan data sesuai desain dalam metode penelitian, maka data tersebut akan dikenalkan pada bagian khusus hasil penelitian.

Jika data ini berupa data kuantitatif, maka harus diolah agar terdengar jelas dan dapat dianalisis. Analisis data kuantitatif biasanya menggunakan rumus statistik. Jangan tertipu oleh rumus statistik yang tampaknya rumit.


7. Bandingkan Hasil Penelitian dengan Teori dan Penelitian Lain

Nah, setelah hasil penelitian dinyatakan dengan jelas, selanjutnya yang dilakukan adalah menganalisis. Bentuk analisis ini adalah membandingkan hasil penelitian dan analisis kami dengan teori-teori yang dikutip pada bab-bab teori, terlepas dari apakah teori-teori tersebut sinkron.

Selain membandingkan dengan teori, yang harus dilakukan adalah membandingkan hasil penelitian kita dengan hasil penelitian sebelumnya.


8. Buat Kesimpulan dan Rekomendasi

Kesimpulan dan rekomendasi merupakan langkah terakhir dalam penulisan karya ilmiah. Kesimpulan bukanlah bagian dari rangkuman penjelasan dari awal hingga akhir bab ini, tetapi kesimpulan berisi jawaban singkat, yaitu jawaban atas pertanyaan yang diajukan pada bab pertama. Kesimpulan ini terkait erat dengan hasil penelitian yang telah selesai.

Selain kesimpulan, rekomendasi pada bab ini juga dikemukakan berdasarkan hasil analisis yang didiskusikan / diekspresikan dalam bahasa teknis bukan bahasa umum.


9. Memahami Struktur Aturan Penulisan

Struktur aturan bahasa juga tidak kalah pentingnya, baik fiksi maupun non fiksi, seperti karya ilmiah ini, akan terlibat dalam semua karya tulis. Di setiap jurusan, penulisan karya ilmiah biasanya disebutkan dalam topik tertentu (seperti mata kuliah Bahasa Indonesia).

Biasanya mata kuliah ini menuntut kita untuk menyelesaikan tugas akhir kita yang berupa karya tulis ilmiah.


10. Ikuti Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

Tentunya dalam setiap pembelajaran standar penulisannya akan berbeda-beda, sehingga ketika ingin mengikuti lomba karya tulis ilmiah standar evaluasinya tentunya akan berbeda pula. Oleh karena itu, untuk itu yang perlu Anda lakukan adalah memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang pedoman penulisan karya ilmiah yang benar pada kompetisi yang Anda ikuti.

Dengan cara ini tulisan Anda akan seimbang dan sejalan dengan tulisan standarnya. Pastikan untuk memenuhi standar ini dan jangan mengusulkan aturan Anda sendiri.


11. Pekerjaan Sendiri Tidak Mencuri

Karya ilmiah harus memuat karya orisinal, artinya karya sendiri. Ketika kasus pencurian memasuki persaingan, niscaya akan selalu menjadi alasan terbesar untuk diskualifikasi pekerjaan.

Oleh karena itu, Anda harus menghindari pencurian karya orang lain. Jika Anda ingin menggunakan karya Anda sebelumnya sebagai referensi, itu bagus, tetapi Anda tetap akan memproses ulang atau memodifikasi hasil karya orang lain. Tentunya akan bermanfaat untuk menuliskan pemikiran dan karya murni berdasarkan hasil pemikiran Anda sendiri tentang karya tulis ilmiah.


Itulah cara menulis karya ilmiah, semoga dapat membantu anda. informasi seputar penerbitan sebuah buku, novel, dll. Bisa berkunjung ke Penerbit Indie Anggota IKAPI berikut >>> Penerbit EL-MARKAZI

----------------------------------------------------

Dapatkan artikel terbaru kami
Dengan masukkan nama dan email Anda di bawah ini




BERMANFAAT? Boleh SHARE Klik Di Bawah Ini

No comments:

Post a Comment


Catagories

cerpen (1) drafting (8) editing (4) fiksi (12) karya ilmiah (4) Lomba (1) nonfiksi (8) novel (9) penulis (11) prewriting (2) Publishing (4) puisi (2) Tips dan Trik (20)

SEARCH