DAPATKAN ARTIKEL TERBARU

Tuesday, June 13, 2017

Rahasia Menyajikan Tokoh dan Penokohan Dalam Novel Agar Enak Di Baca


Tokoh merupakan salah satu yang mutlak (harus) ada dalam sebuah cerita. Kehadiran tokoh membuat cerita menjadi hidup. Cerita tanpa tokoh, maka cerita akan “mati”. Ya, tokoh adalah unsur sangat penting dalam cerita. Tokoh bisa diartikan sebagai yang bermain peran atau memerankan peran tertentu dalam cerita.

Pada judul tulisan ini saya menulis tokoh dan penokohan. Samakah antara keduanya? Ya, sama. Karena keduanya sama-sama penghidup suasana. Lalu, untuk apa ditulis dua-duanya kalau memang sama? bukankah lebih aktif ditulis satu saja? Tidak ada kejadian yang tanpa sebab. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang sia-sia. Ada alasan di balik semuanya. Atau dengan kata lain, hukum sebab-akibat berlaku di sini. Ups, tapi kita tidak akan membahas hukum sebab-akibat. Kita akan membahas tokoh dan penokohan.

Setelah mengetahui tokoh, ada baiknya sedikit kita membahas penokohan. Jika tokoh adalah yang berperan (orang yang memerankan peran tertentu), sedangkan penokohan adalah watak atau kepribadian masing-masing tokoh. Penulis bisa melakukan berbagai cara untuk menggambarkan watak masing-masing tokohnya.


Baca juga : Tips dan Trik Agar Tulisan Asyik Dibaca Berulang-ulang
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyajikan tokoh dan penokohan. Berikut pemaparannya secara ringkas.
   
    1.      Sertakan tokoh sekadarnya saja. 
   Dalam membuat cerita, kita harus menyajikan tokoh secukupnya saja. Tidak perlu menyertakan tokoh yang terlalu banyak. Tokoh-tokoh yang disajikan dalam cerita adalah tokoh-tokoh yang diperlukan dalam menghidupkan alur cerita. Tokoh utama atau tokoh figuran sama saja. Mereka adalah yang dibutuhkan. Ketika kita menyertakan tokoh yang terlalu banyak dan tidak penting, maka justru akan membingungkan kita sendiri dalam menokohkan atau mengarakterkan tokoh-tokohnya. Selain itu, pembaca juga akan kebingungan mengikuti alur yang kita ceritakan karena tokohnya terlalu banyak.

    2.      Konsistensi penokohan. 
   Ketika membuat cerita, kita harus menyajikan tokoh dengan karakter yang konsisten. Ketika kita sudah menentukan watak tokoh tertentu, maka saat itulah kita berupaya sekuat mungkin untuk memertahankan karakter tokoh di balik gempuran-gempuran konflik dalam alur yang kita ciptakan. Sangat tidak diperkenankan menyajikan penokohan atau karakter tokoh yang tidak konsisten.

    3.      Hindari masuknya karakter kita masuk ke dalam tokoh. 
   Setiap penulis memiliki kepribadian atau karakter tertentu. Ya, karena kita manusia. Hehe. Setiap manusia memiliki karakter. Namun, dalam menulis kita harus mencegah masuknya karakter kita ke dalam tokoh dalam cerita. Buatlah karakter tokoh seberbeda mungkin dengan karakter kita. Sajikan karakter khusus pada masing-masing tokohnya.

   Baca Juga : Bagaimana Membuat dan Mengelola Konflik Agar Naskah Menjadi Menarik

    4.      Bijak menamai tokoh. 
    Mungkin hal ini terkesan sepele. Apalah arti sebuah nama dalam cerita? Ia kan hanya pelengkap alias pemanis cerita saja. Adakah yang bertanya begitu? Nama itu penting. Sangat penting. Dalam memberi nama tokoh kita harus bijak. Jangan asal memberi nama. 
   
   Pada contoh ringan, misalnya kita mengangkat cerita dengan latar dan tokoh orang Rusia, maka kita harus tahu karakter nama (nama yang khas di suatu wilayah atau negara) orang-orang Rusia. Karena ketika kita menggunakan nama Cina untuk orang Rusia, maka tidak cocok dan terkesan “ngawur”. Walau bertetangga negara Cina dan Rusia memiliki karakter nama yang berbeda. 

   Zheng Chang, Wu Lei, dan Shang Min merupakan contoh nama-nama orang Cina. Aleksandr Kuzmanov, Vladimir Galiyulin, dan Viktor Eremenko merupakan contoh nama-nama orang Rusia. Jauh berbeda, kan? Jadi, hati-hati dalam menamai tokoh. Pastikan nama tokoh yang kita sajikan cocok dengan keadaan yang kita angkat.

    5.      Membedakan nama tokoh laki-laki dan perempuan. 
   Sebagai penulis kita harus mampu dan menyajikan nama tokoh yang sesuai dengan jenis kelaminnya. Ketika menyajikan tokoh laki-laki, maka kita harus menggunakan nama laki-laki. Andi, Alex, Budi, Doni, dan Zaki merupakan contoh nama laki-laki orang Indonesia. Lisa, Novi, Rena, Eli, dan Silvia merupakan contoh nama perempuan orang Indonesia. 
  
  Hindari atau minimalisasi penggunaan nama tokoh yang bisa digunakan keduanya atau nama laki-laki yang disematkan pada perempuan dan sebaliknya, nama perempuan yang disematkan pada laki-laki.


    6.      Pastikan nama-nama tokohnya berbeda satu dengan yang lain. 
   Mengapa demikian? Karena untuk memudahkan kita dalam membedakan satu tokoh dengan tokoh yang lain. Meminimalisasi penggunaan nama tokoh yang mirip justru akan menyulitkan kita dalam menyajikan karakter masing-masing. Selain itu, nama tokoh yang mirip justru membingungkan. Ketika kita dan teman kita memiliki nama panggilan yang sama dan saat itu ada orang yang memanggil, maka kita pun bingung mana yang dipanggil.

   Baca juga: Mengungkap Rahasia yang Terdapat di Dalam Proposal Penawaran Naskah

    7.      Berikan nama tokoh seperlunya saja. 
   Cerita yang melibatkan tokoh yang banyak tidak perlu semuanya dinamai. Misalnya, penonton sepakbola di sebuah stadion yang berjumlah ratusan. Tidak perlu menamainya semua. Cukup dengan para penonton yang memenuhi tribun stadion saja. Jadi, nama itu diberikan kepada tokoh-tokoh yang berperan penting dalam cerita. Bukan semua tokoh.


Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyajikan tokoh dan penokohan dalam cerita. Sebenarnya jika ingin belajar cara membuat karakter tokoh yang keren dan hidup tentu kita tahu siapa jagonya, iya tentu Asma Nadia jagonya. 

Nah.. kabar gembiranya Asma Nadia lagi buka Kelas Novel Online. Mungkin ini Kelas yang Anda tunggu-tunggu selama ini. Silahkan cek dulu materi yang akan Anda dapatkan. Jika itu yang Anda cari saran kami segera daftar, karena kita tidak tahu kapan Asma Nadia bisa meluangkan waktunya lagi untuk berbagi ke kita.

Semoga bermanfaat.

----------------------------------------------------

Dapatkan artikel terbaru kami
Dengan masukkan nama dan email Anda di bawah ini



BERMANFAAT? Boleh SHARE Klik Di Bawah Ini

No comments:

Post a Comment

Catagories

SEARCH