DAPATKAN ARTIKEL TERBARU

Friday, February 17, 2017

Sikap yang Harus Ditanamkan dalam Diri Penulis


Saat ini kita mengenal seorang penulis adalah orang yang idealis. Idealisme kita akan muncul dalam tulisan. Ada sebuah kalimat ringkas mengenai hal ini, “Kepribadian penulis tercermin dalam tulisannya.” 

Pendapat itu sah-sah saja. Karena kebanyakan, walau tidak semua, penulis merasa nyaman pada jenis tulisan tertentu. Gaya bahasa dan jenis pembahasannya bisa jadi merupakan cermin dari kehidupan atau kepribadian penulis. 



Pada penulis novel misalnya, kita bisa melihat penulis-penulis besar seperti Habiburrahman El Shirazy, Andrea Hirata, dan masih banyak lagi. Mereka memiliki genre masing-masing. Habiburrahman El Shirazy dengan latar belakang pendidikan Islam-nya senantiasa menyajikan novel-novel Islami. Sebut saja Ayat-ayat Cinta, Cinta Suci Zahrana, Dalam Mihrab Cinta, dan lain sebagainya. 

Andrea Hirata dengan latar belakang kehidupan di Belitong (Provinsi Bangka Belitung) menyajikan novel-novel kehidupan sosial, baik anak-anak maupun dewasa. Sebelas Patriot, Laskar Pelangi, Maryamah Karpov, dan lain sebagainya. 
 Baca juga : Cara Agar Naskah Kita Pantas Di Terbitkan
Adapun Tere Liye dan Asma Nadia merupakan penulis novel yang tidak terlalu mengusung satu genre novel. Tere Liye sendiri sudah menerbitkan lebih dari lima genre novel, yaitu anak-anak dan keluarga, fantasi, romantis, sejarah, aksi, dan fiksi sains. 

Dalam seminar yang digelar oleh Hima Bahtra FKIP KBM Universitas Bengkulu Minggu (1 Mei 2016) lalu Tere Liye mengumbar rencana menerbitkan novel bergenre horor. Penasaran? Kita tunggu saja. Lalu, apakah Tere Liye termasuk tidak memiliki karakter pribadi? Jelas memiliki. Perhatikan gaya bahasanya, maka sudah dapat dibaca sedikit karakternya.

Dari penjelasan di atas tampak bahwa penulis memiliki kepribadian masing-masing. Walau begitu, ada beberapa hal yang harus kita tanamkan dalam diri kita masing-masing untuk membentuk karakter kita sebagai penulis yang baik. Beberapa hal itu adalah sikap yang harus ditanamkan dalam diri kita sebagai penulis.
    
    1.    Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kita harus paham kaidah atau tata bahasa bahasa Indonesia ketika kita ingin menggunakan bahasa Indonesia dalam tulisan kita. 

    Jikalau pun menggunakan istilah-istilah atau tata bahasa yang tidak baku, maka kita perlu menggarisbawahi atau mencetak miring (italic). Paling sering kita jumpai adalah dicetak miring. Jika kosakata itu jarang terdengar atau kemungkinan besar tidak diketahui oleh sebagian besar pembaca, maka kita harus menyajikan arti atau maksudnya pada catatan kaki atau glosarium.


    
     2.    Bermental baja. Kita sebagai penulis harus memiliki mental yang kuat. Mental yang kuat dalam menjalani profesinya sebagai penulis, yaitu menulis. Juga mental yang kuat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya penolakan oleh pihak penerbit. 
     


          Biasanya mental penulis, terutama penulis pemula, akan down saat menghadapi kenyataan tulisannya ditolak penerbit alias dinyatakan tidak diterbitkan. Jika ingin menjadi penulis yang hebat, maka langkah kita harus hebat. 
    
    Sangat tidak diperkanankan ketika baru sekali mencoba menerbitkan dan ditolak lalu tidak menulis lagi. Teruslah menulis. Teruslah belajar untuk menulis sebaik-baiknya. Semakin kita menulis dan belajar, maka semakin baik tulisan kita. Ingin menjadi penulis, kan? Kuatkan mental untuk terus belajar dan berkarya.
   
    3.    Terus menulis. Tidak ada pilihan bagi penulis selain terus menulis. Jika tidak menulis berarti bukan penulis. Bagaimana ketika kita sudah berhasil menerbitkan satu buku? Saya tanya balik, satu buku? Penulis buku sebesar dan setenar Asma Nadia, Habiburrahman El Shirazy, Tere Liye, Dee Lestari, Andrea Hirata, dan penulis-penulis lain sudah berapa buku yang mereka terbitkan? Satukah? Tidak. 

     Bahkan ada yang sampai atau lebih dari angka sepuluh. Intinya adalah mereka tidak berhenti menulis. Mereka terus menulis, walau sudah berhasil menerbitkan banyak buku. Jangan cepat puas dengan telah berhasil menerbitkan hanya satu buku. Ketika satu buku telah terbit, maka berusahalah untuk menerbitkan dua buku. Ketika dua buku telah terbit, maka berusahalah untuk menerbitkan tiga buku. Dan seterusnya. Menulislah sampai akhir hayat. Teruslah menulis saat kemampuan menulis masih berada dalam diri kita.
    
    4.    Memiliki kepekaan yang tinggi. Penulis harus memiliki kepekaan hati. Setiap kejadian atau yang dilihatnya bisa dijadikan inspirasi munculnya ide pada diri penulis. Kita mengetahui bahwa ide merupakan pondasi dalam tulisan. 

    Tanpa adanya ide, maka tulisan tidak akan terwujud. Kalaupun terwujud, maka wujudnya pun tidak akan maksimal alias amburadul. Ya, menulis tanpa ide laksana melepaskan kapal di tengah lautan tanpa nahkoda. Oleh karena itu, kepekaan harus dimiliki oleh penulis. Semakin tinggi kepekaan penulis, maka semakin banyak ide yang dihasilkan sehingga berpengaruh pada banyaknya tulisannya.
     
  Baca juga: Cara Mengasah Kreatifitas Dalam Penulis
    
     5.    Memotivasi diri. Penulis memerlukan motivasi. Penulis harus mampu memotivasi diri. Ia harus memiliki alasan kuat terhadap pertanyaan ini, mengapa menulis? Pertanyaan yang simpel yang banyak orang yang bercita-cita menjadi penulis gagal menjawabnya dengan maksimal. 

   Dalam diri kita harus tertanam motivasi kuat atau alasan yang menguatkan kita menjadi penulis. Amalan itu tergantung niatnya. Maka, ketika memutuskan menjadi penulis, maka kita harus meluruskan niat kita. Menulis adalah berbagi melalui tulisan. Oleh karena itu, niatkan menulis untuk berbagi, terutama berbagi kebaikan. 

     Karena ketika ada orang lain yang berubah atau melakukan kebaikan setelah membaca buku kita, maka kita akan mendapatkan pahalanya (amal jariyah). Bagaimana jika orang itu mengamalkan kepada orang lain dan terus diajarkan kepada orang lain hingga banyak yang berbuat kebaikan? Jadi, tetaplah menjadi penulis yang senantiasa berbagi kebaikan. J

Demikian beberapa sikap yang harus ditanamkan dalam diri penulis. Sangat mudah, kan? Selamat mencoba.

SERIUS MAU jadi penulis? Terbukti..!!! Mereka yang mempraktekkan materi di bawah ini sudah menerbitkan Buku sendiri.. Klik Gambar Di bawah ini!

 KLIK GAMBAR

----------------------------------------------------

Dapatkan artikel terbaru kami
Dengan masukkan nama dan email Anda di bawah ini




BERMANFAAT? Boleh SHARE Klik Di Bawah Ini

4 comments:

  1. Aku sangat berantusias untuk menjadi penulisan,untuk bisa saling berbagi melalui tulisanku.dan saat ini aku sedang belajar mengirim artikel ku melalui email penerbit

    ReplyDelete

Catagories

SEARCH