DAPATKAN ARTIKEL TERBARU

Saturday, May 7, 2016

Terungkap..!! Metode Menulis Novel dari A sampai Z Cocok untuk pemula


Hai penulis hebat, apa kabarnya? Bagaimana tulisannya? Sudah selesai novelnya?
Kali ini kita akan sama-sama membahas tentang novel. Kita kupas kulitnya sampai dagingnya. Tapi sebelum kita membahas itu lebih lanjut, kita harus tahu dulu apa sih novel?

Pengertian Novel
Tidak seperti cerpen atau cerbung, novel lebih dari itu. Kamu akan mampu membedakannya dengan sederhana dan cepat dari penjelesan tentang novel ini. Daripada menjelaskan tentang kalimat-kalimat tentang novel, ini contoh-contoh novel dan perbandingannya dengan bentuk tulisan cerita yang lain.

     1.      Cerpen biasanya hanya memiliki satu alur cerita habis yang bisa dibaca satu kali duduk, sedangkan novel bisa saja menceritakan perjalanan dari seorang anak sd sampai dewasa bahkan meninggal, dan biasanya tidak cukup untuk dibaca dalam sekali waktu duduk.

      2.      Novel tentunya lebih tebal dari cerita-cerita singkat lainnya. Kalau memperhatikan syarat-syarat penerbit dan ketentuan pada umumnya, novel ditulis dalam kertas A4 dengan halaman minimal ssebanyak 100-150 halaman.

       3.      Novel sudah pasti cerita fiksi, meskipun kamu mengangkatnya dari kisah seseorang tetap aja dinamakan buku Fiksi

Ini contoh-contoh judul buku novel sekaligus penulisnya,
Laskar Pelangi (Andre Hirata), Hujan, Rindu, (Tere Liye), Assalamualaikum beijing (Asma Nadia), Marmut Merah Jambu (Raditya Dika), Stoples Pelangi Ayasofya (Keken Cana), Samudera Setengah Abad (Khoirunnisa Nurul Habibatulloh),  Ashtin Karimyeva (Arif Apriyadi Pangestu), dan banyak lagi. Biasanya di Toko Buku akan ada label atau tanda dimana tempat buku-buku novel, disana kamu bisa mempelajari langsung dan melihat bagaiamana bentuk novel.
Baca juga : Drafting, Proses Menulis Buku dengan Bebas

Etika dan Aturan dasar dalam menulis Novel yang baik

Kalau sudah tahu bagaimana itu novel, saatnya mengetahui aturan dan etika dalam menulis novel. Hal ini berkaitan dengan hukum dan kesepakatan budaya yang ada dimasyarakat. Sebagai seorang penulis setidaknya ada etika yang harus dijaga dan diperhatikan :
-        




         1. Seorang penulis harus bisa membuat tulisannya berkesan baik, tidak mengandung unsur SARA yang menyinggung kepercayaan atau ras tertentu yang dimaksudkan untuk menjelekkan ataupun menyudutkan
-    
       2. Menjadi penulis novel, meskipun membuat cerita fiksi tetap saja harus menjadi jujur. Hal ini jangan sampai diremehkan. Meskipun novel termasuk jenis fiksi bukan berarti seenaknya kita mengarang untuk membuat novel yang ditulis terlihat bagus. Tetap ada batasa-batasan tertentu dalam mengarang bebas, dan kejujuran akan tempat, identitas atau kondisi suatu daerah tidak boleh assal dibikin. Buatlah pembaca tertarik dengan mengedepankan kejujuran.

-          3. Untuk menjaga kepercayaan dengan media atau pihak lain, janganlah mengirim naskah yang sama, terkesan plagiat atau bisa dicap tidak kreatif. Konsistenlah menulis dan sesuaikan kondisi yang ada.

-          4. Jangan plagiat. Hal penting yang perlu dilakukan sebagai seorang penulis adalah orisinilitas. Keaslian dan otentik naskah yang dibuat menentukan seberapa baik seorang penulis mampu mengkreasikan dan mengalahkan diri sendiri dari keterbatasan. Boleh ssaja jika ingin mengambil inspirasi dari orang lain, namun bukan berarti menjadikan bebas untuk meniru apa saja yang bagus dari orang tersebut.

4 hal sederhana tersebut haruslah dipegang kuat sebagai seorang penulis agar mampu menjadi penulis yang baik.

Gaya Bahasa dalam menulis novel
Kali ini memasuki lebih dalam tentang menulis novel. Mungkin banyak yang bertanya-tanya bagaimana sih bahasa yang bagus untuk menulis novel. Jawaban paling baik mungkin tidak ada. Kenapa tidak ada, karena setiap orang berbeda.

Ketika kamu ingin menulis novel, yang penting menulis. Jika bingung akan gaya atau bahasa yang bagus, lihatlah dan baca novel-novel terkenal yang baik. Dengan membaca dan melihat novel dengan kualitas baik kamu akan secara tidak langsung mengetahui kata-kata yang baik digunkan.

Ada yang bertanya sepeti ini? jika membaca novel-novel karya orang lain lalu mengikuti gaya bahasa mereka bukankah itu meniru? Apakah boleh?

Tentu saja boleh. Jika terinspirasi dengan mereka dengan secara tidak sengaja mengikuti cara penulisan yang mereka lakukan itu sah-sah saja. Berarti apa yang kamu baca masuk dan kamu mampu merasakannya sehingga membuat tulisam kamu mengikuti apa yang kamu baca.

Tidak sedikit kok yang menjadi seperti ini. Jadi jika ingin gaya tulian kamu bisa bervariasi kamu juga harus mampu membaca banyak tulisan dari banyak penulis. Itu akan membuatmu memiliki banyak modal untuk menjadikan tulisan bagus dan berkembang
Terus menulis ya...

Baca juga : Ragam Tulisan yang ada di Dunia Kepenulisan 

Hal yang harus diperhatikan dalam menulis novel

Jika bertanya dengan berbagai orang dan penulis tentu jawabannya tentu akan berbeda dan banyak. Menuliskan semuanya disini tentunya akan butuh berlembar-lembar. Kita akan ringkas secara sederhana agar mudah dipahami. Yuk kita lihat poin-poinnya



       1.      Tulislah apa yang kamu ketahui. Pengalaman pribadi atau orang dan kejadian disekitarmu. Buatlah seolah-olah tulisan itu bagian dari diri sendiri. Namun juga jangan menulis semua yang kamu ketahui. Tulis secukupnya saja.

     2.      Pastikan bahwa yang kamu tulis murni tulisan sendiri. Jangan pernah sekalipun meniru bahkan mengambil ide orang lain.

      3.      Lihat genre dan target tulisanmu. Pastikan tulisanmu jelas, untuk siapa sehingga ketika kamu membuatnya kamu sudah bisa memperkirakan tulisan yang kamu buat.

       4.      Gaya bahasa. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh kalangan umum. jika targetmu lebih spesifik gunakan bahasa yang lebih fokus kepada target. Misal tulisanmu tentang remaja, usahakan bahasamu juga mengikuti remaja yang kekinian sehingga membuat mereka merasa dalam dunianya.

    5.      Sampul depan-belakang. Memang sering kita dengar bahwa jangan menilai buku dari sampulnya, namun tetap saja dalam hal ini sampul menjadi hal yang penting untuk menambah nilai dalam novel yang dibuat.

       6.      Hal terakhir dan yang terpenting bahwa kamu benar-benar menuliskannya sampai selesai. Karena yang terpentting dalam menulis novel ini adalah bertahannya dalam proses hingga selesai.


Cara mencari Inspirasi Ide menulis Novel
Duh susahnya bikin ide, nggak ketemu-ketemu?

Kamu perlu untuk meluaskan pikiran. Untuk mendapatakan ide tak perlu sulit-sulit. Bisa dari cerita diri sendiri, cerita teman, telvisi lingkungan sekitar. Kamu bisa mencoba untuk jalan-jalan ke toko buku, ke tempat-tempat ramai. Ajak teman-teman ngumpul saling tukar pikiran dan bercerita. Banyak sekali ide disekitar kita jika mau mencari dan menemukannya.

Sandal jepit bisa saja kamu jadikan ide. Bagaimana sandal yang menjadi hadiah seorang pemuda desa kepada sorang gadis ketika harus melewati bencana. Lalu terjadi sebuah kedekatan yang tidak disanggka namun mereka terpisah ketika sang gadis diculik. Pemuda terus mengejarnya. Sang gadis menuliskan namanya di sandal jepit terssebut yang dilemparnya ke tengah hutan yang menjadi pettunjuk pemuda tersebut untuk menemukan jejak sang gadis.


Sederhana bukan. Jadi tumbuhkan ide dengan pikiranmu.ketika kamu mau berusaha dan mampu untuk menemukannya pikiran akan mengembangkannya dengan cara yang tidak terduga. Tetap bergabung dengan komunitas-komunitas yang berisi banyak penulis, disana pun kamu mampu mendapatkan ide untuk tulisanmu. Terus menulis dan tetap berkarya.

Baca juga : Langkah Praktis Menemukan Ide Untuk Menulis 


Cara Memulai Menulis Novel
Sipp, kamu sudah sampai ditahap untuk menjadi seorang penulis hebat. Sudah siap untuk menulis novel?
Persiapkan hal-hal berikut, yang sebenarnya sudah dibahas dalam ulasan kita di atas. Pastikan kamu sudah tahu apa yang akan ditulis. Lalu, jangan lupa untuk membatasi cakupan tulisanmu. Dan yang terakhir siapkan pena dan buku atau laptop untuk kamu menulis.

Nah, mulailah menulis apapun yang ada dipikiranmu. Tuliskan saja mengalir tanpa peduli ejaan, tanda baca, dan kesalahan kecil lainnya. Sebagai penulis pemula yang terpenting dibutuhkan adalah konsisten. Tulislah sampai tulisanmu benar-benar selesai. Kita tidak tahu apakah nanti ada perubahan ataukah akan ganti tema dan judul. Tapi memikirkan semua itu percuma jika kamu tidak mulai menyelesaikan tulisanmu.


Yang terpenting jangan lihat kebelakang sebelum sampai garis finish. Jika sudah mulai dari garis start selesaikan dengan cepat dan tepat. MENULIS, MENULIS, MENULIS...



----------------------------------------------------

Dapatkan artikel terbaru kami
Dengan masukkan nama dan email Anda di bawah ini




Silahkan di SHARE Jika Bermanfaat

No comments:

Post a Comment

Catagories

SEARCH