DAPATKAN ARTIKEL TERBARU

Friday, May 6, 2016

Ragam Tulisan yang Ada di Dunia Kepenulisan



Menulis merupakan dunia semua orang. Diulangi, menulis merupakan dunia semua orang, yang tidak buta huruf. Kegiatan menulis berbanding lurus dengan keberadaan bahasa. Kegiatan ini memiliki goal berupa tulisan. Dalam dunia kepenulisan, tulisan sangat beragam. Ada ragam tulisan fiksi, nonfiksi, dan faksi. Apa itu ragam tulisan fiksi, nonfiksi, dan faksi? Simak baik-baik, berikut jawabannya.

1. Ragam Fiksi

Ragam tulisan fiksi terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu prosa dan puisi. Prosa terdiri dari novel, cerpen, drama, dan lain-lain sedangkan puisi terdiri dari puisi lama dan puisi baru/modern. Kita bahas satu per satu.

a. Prosa
Prosa adalah tulisan yang berisi kisah hidup atau perjalanan hidup yang di dalamnya terdapat makna yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.

    1) Novel, yaitu cerita yang panjang yang dibukukan menjadi satu buku. Di dalamnya memuat banyak konflik dan penyelesaiannya. Contoh: Hujan karya Tere Liye, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia, Ashtin Karimyeva karya Arif Apriyadi Pangestu, Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El Sirazi, Stoples Pelangi Ayasofya karya Keken Cana, Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, Samudera Setengah Abad karya Khoirunnisa Nurul Habibatulloh, Tasbih Cinta di Langit Moskow karya Indah El-Hafidz, Nantikanku di Batas Waktu karya Rosa Tri Melinda, dan masih banyak lagi. Selain novel, ada juga novelet. Yaitu cerita panjang yang lebih pendek dari novel. Atau bisa juga disebut novel mini.

    2) Cerpen, yaitu cerita yang pendek yang hanya terdiri dari satu konflik dan satu penyelesaian. Jumlah halamannya hanya berkisar hingga belasan. Contoh: Ketika Mas Gagah Pergi karya Helvi Tiana Rosa, Playboy Berkedok Ikhwan karya Panisia Julita, Surat dari Israel karya Siti Arfidah dkk, Bulan Sabit ke Delapan karya Tentri Herlina dkk, dan masih banyak lagi.

   3) Drama, yaitu teks yang digunakan untuk memainkan drama. Drama sangat beragam jenisnya. Mulai dari Drama Cerita Rakyat hingga yang paling digandrungi kawula muda, Drama Korea.

b. Puisi
Sayuti (dalam Sukino, 2010) menyatakan bahwa puisi merupakan pengucapan bahasa yang memperhitungkan adanya aspek-aspek bunyi di dalamnya, yang mengungkapkan pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyair yang ditimba dari kehidupan individu dan sosialnya; yang diungkapkan dengan teknik tertentu sehingga puisi itu dapat membangkitkan pengalaman tertentu pula dalam diri pembaca atau pendengarnya.

Baca juga : Langkah-langkah menulis puisi

2. Ragam Nonfiksi

Ragam tulisan nonfiksi terbagi menjadi tiga bagian, yaitu ilmiah/akademis, jurnalistik, dan bisnis. Kita bahas satu per satu.
       
a. Ilmiah/akademis
Susetyo (2009: 6) menyatakan bahwa tulisan ilmiah atau akademis adalah suatu karya tulis, baik berupa hasil penelitian, pemikiran, maupun pengamatan yang ditulis berdasarkan langkah-langkah dan metode ilmiah yang disajikan dengan bahasa Indonesia ragam ilmiah sesuai dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah. 

Ciri-ciri karya ilmiah, yaitu (1) objektif, (2) cermat, tepat, benar, jelas, dan jujur, (3) menyajikan fakta, (4) sistematik, (5) netral, (6) tidak bercorak debat, (7) tidak emotif, (8) tulus, dan (9) apa adanya. Jenis-jenis karya tulis ilmiah, yaitu: makalah, kertas kerja, skripsi, tesis, disertasi, jurnal ilmiah, dan sebagainya.


        b. Jurnalistik
Jurnalistik merupakan karya tulis yang menyajikan berita yang disampaikan kepada khalayak atau masyarakat luas. Karya tulis ini bersifat lugas dan berdasarkan fakta yang terjadi. Dan paling khas dari jurnalistik yaitu karya ini harus update setiap waktunya. Ketika sebuah kejadian itu ada, selambat-lambatnya besoknya harus sudah disampaikan kepada khalayak. 

        c. Bisnis
Teks atau buku tentang bisnis sudah sangat luas beredar. Di dalamnya menyajikan hakikat, jenis-jenis, hingga tips-tips berbisnis. Satu tujuan dari pembaca teks ini yaitu ingin sukses berbisnis. 

3. Ragam Faksi

Ragam tulisan faksi (yang menonjolkan golongan) terbagi menjadi lima bagian, yaitu memoar, biografi, cerita nabi, autobiografi, dan buku sejarah. Kita bahas satu per satu.

       a. Memoar
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memoar adalah kenang-kenangan sejarah atau catatan peristiwa masa lampau menyerupai autobiografi yang ditulis dengan menekankan pendapat, kesan, dan tanggapan pencerita atas peristiwa yang dialami dan tentang tokoh yang berhubungan dengannya. Memoar juga bisa diartikan sebagai catatan atau rekaman tentang pengalaman hidup seseorang.

Baca juga : Panduan Menulis Karya Ilmiah 

       b. Biografi
Secara umum biografi adalah sebuah tulisan atau teks yang menyajikan perjalanan hidup seseorang. Melalui biografi pembaca akan mengetahui gerak-gerik, alur kehidupan, hingga sikap atau kepribadian seseorang. Umumnya biografi mengisahkan orang-orang yang dianggap sebagai tokoh atau orang-orang yang berpengaruh dalam sejarah. 

Tentu saja pengaruh yang fenomenal dan posifit. Contoh: Presiden Soekarno (Bapak Proklamator Republik Indonesia), Muhammad Al-Fatih (Sang Penakluk Konstantinopel), BJ Habibi (Pembuat Pesawat dari Indonesia), dan masih banyak lagi.

        c. Cerita Nabi
Cerita nabi sudah tidak asing di telinga kita. Cerita nabi menyajikan sejarah kehidupan nabi-nabi terdahulu beserta perjuangannya menegakkan Tauhid di muka bumi. Mulai dari Nabi Adam AS (nabi sekaligus manusia pertama) hingga Nabi Muhammad SAW (nabi akhir zaman yang menutup para nabi sebelumnya, tidak ada lagi nabi setelahnya).

        d. Autobiografi
Hampir sama dengan biografi, yaitu sama-sama tulisan yang menyajikan kisah perjalanan hidup. Hanya saja, bedanya autobiografi ditulis oleh orang itu sendiri. Contohnya: Nama saya Rahmad Al-Hidayah. Saya lahir di Bandung... dan seterusnya. 

        e. Buku Sejarah
Buku sejarah dapat diartikan sebagai buku atau teks yang menyajikan suatu peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah, termasuk peristiwa yang bersangkutan dengan kehidupan manusia. Buku sejarah telah sangat banyak dan beredar luas di seluruh pelosok tanah air. Contoh: Buku Sejarah Kemerdekaan Indonesia, Sirah Nabawiyah, dan masih banyak lagi.


----------------------------------------------------

Dapatkan artikel terbaru kami
Dengan masukkan nama dan email Anda di bawah ini




Silahkan di SHARE Jika Bermanfaat

No comments:

Post a Comment

Catagories

SEARCH