DAPATKAN ARTIKEL TERBARU

Wednesday, May 4, 2016

4 Langkah Penting yang Tidak Boleh Dilewatkan Sebelum Menulis


Menulis bukan kegiatan yang asing dalam kehidupan kita. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Menulis juga merupakan salah satu cara menjalin komunikasi. Melalui tulisan, kita dapat menyampaikan berbagai ide, gagasan, perasaan, dan segala yang ada dalam hati kita. 

Susetyo (2009: 1) menyatakan bahwa menulis merupakan kegiatan untuk melahirkan pikiran atau perasaan. Hasil yang dilahirkan oleh pikiran atau perasaan dalam bentuk tulis disebut tulisan atau karya tulis. Karya tulis bisa berbentuk fiksi (seperti novel, cerpen, novelet, roman, puisi, dan masih banyak lagi) dan nonfiksi (seperti makalah, skripsi, laporan kegiatan, dan masih banyak lagi).


Namun, kenyataan yang ada, kita selalu memandang bila menulis adalah kegiatan yang sulit. Ada juga yang dengan gaya ekstrimnya menyatakan bahwa menulis harus memiliki ‘bakat’. Padahal, menulis itu mudah. Semudah berbicara. Bukankah menulis merupakan berbicara melalui teks? 

Ya, menulis bisa dilakukan semua orang, kecuali yang buta huruf. Terus simak tulisan ini dan kita akan memandang bila menulis itu mudah. 

Berikut langkah penting yang tidak boleh di lewatkan:

1. Membuat Outline
Langkah pertama yang harus kita lakukan yaitu membuat outline. Apa itu outline? Yup, benar sekali. Outline adalah ringkasan atau garis besar dari sesuatu yang akan kita tulis. Fiksi atau nonfiksi sama saja. Outline bisa juga berarti kerangka. Dengan adanya kerangka ini, akan memudahkan kita mengalurkan tulisan. Outline cenderung memfokuskan tulisan. Secara rinci, berikut kita bahas manfaat outline.
a. Terarah. Dengan adanya outline, tulisan kita terarah. Tidak ke mana-mana. Tidak keluar dari topik-topik yang kita rangkai.

b. Memudahkan penulis. Dengan adanya outline penulis merasa dimudahkan. Karena sudah ada kerangka-kerangkanya, sehingga penulis hanya fokus mengembangkan kerangka-kerangka yang telah dibuatnya.
Dalam pembuatannya dikembalikan ke masing-masing penulis. Tidak ada bentuk outline khusus. Yang jelas, outline adalah ringkasan cerita.

Selanjutnya Bagaimana membuat Outline yang tepat?
Nah..sebelum membuat Outline kita harus memiliki bahan dasarnya terlebih dahulu.
Bahan dasar membuat outline adalah Ide. Karena tanpa ide mustahil kita bisa membuat outline.  Kebanyakkan orang mungkin termasuk Anda susah dalam menemukan Ide yang akan di tulis. Tapi ada juga yang bisa menemukan ide dengan cepat.

Nah..Bagaimana mendapatkan ide tersebut?
Untuk pembahasan Ide silahkan baca di artikel: Langkah Praktis Mendapatkan Ide Untuk Menulis

Selanjutnya mari kita merubah Ide tadi menjadi sebuah Outline.

Cara Pertama, dengan menggunakan Mind Mapping.
Berikut contoh Mind Mapping yang pernah kami buat:

Nah..perhatiakan Bar warna Biru. Itu adalah ide utama dari buku yang akan kita tulis. Kemudian warna merah, kuning dan orange adalah Bab pembahasan dan Sub BAB pembahasan. 

Nah..kamu bisa gunakan tool yang tersedia di internet yaitu https://www.text2mindmap.com untuk membuat Mind Mapping seperti di atas. 

Cara Kedua, dengan menggunakan menggunakan Metode ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi).

- Langkah awal Anda Amati buku-buku yang sudah terbit dan terpajang di toko buku yang tentukan buku itu sejenis dengan buku yang ingin kamu tulis. Amati apa kelebihan dan kekurangan buku tersebut. Setelah dapat kamu catat sebagai bahan perbandingan nanti ketika kamu membuat outline untuk buku kamu.

- Langkah kedua Kamu ambil atau tiru kelebihan -kelebihan buku yang sudah kamu amati.

- Langkah ketiga, kamu Modifikasi dengan menambahkan kekurangan - kekurangan yang ada dari buku tersebut.

Nah..biasanya cara pertama dan kedua biasa di gunakan di buku-buku Nonfiksi namun tidak menutup kemungkinan buku fiksi bisa menggunakannya.

Cara Ketiga, dengan membuat alur singkat perjalanan cerita mulai dari awal hingga akhir. Setelah itu kamu kasih tanda atau beri garis untuk pembagian BAB - per BAB nya.

Di praktekkan ya..biar kamu bisa lebih memahaminya.
2. Riset Data
Setelah outline telah dibuat, langkah selanjutnya adalah riset data atau pencarian data-data yang mendukung tulisan. Data yang diriset harus detail. Jangan sampai mengambang atau tidak lengkap. Karena akan berpengaruh terhadap tulisan kita. 

3. Tentukan Target Pembaca
Laksana manusia, tulisan pun memiliki jodohnya. Hanya saja, tulisan jodohnya banyak. Hehe. Oke, kita tidak membahas jodoh, ya. Kita hanya membahas tulisan. 

Tugas kita adalah menentukan target atau sasaran pembaca. Misalnya, anak-anak, remaja, dewasa, anak sekolah, mahasiswa, guru, atau yang lainnya. Dengan adanya target, maka kita akan mudah menyesuaikan tulisan kita. Buku anak-anak misalnya. Kita harus memilih kata-kata atau kalimat yang sederhana dan pendek-pendek. Jangan menggunakan istilah-istilah yang mungkin belum terpikirkan mereka.

Jadilah penulis yang bijak, yaitu penulis yang pengertian dengan pembaca.

4. Kerjakan
Sebenarnya ini tidak termasuk dalam langkah-langkah yang kita bahas. Namun, ini adalah yang terpenting dalam menulis. Kerjakan.

Sangat simpel dan mudah, kan? Pahami dan aplikasikan langkah-langkahnya, maka menulis adalah hal yang mudah. Bahkan sangat mudah. Semudah berbicara.

Ups, masih ada lagi, nih. Khusus untuk kita para penulis pemula. Ada beberapa aspek yang harus kita lakukan.

1. Kepekaan. Seorang penulis harus memiliki kepekaan terhadap sesuatu. Kepekaan inilah yang membuat kita mudah untuk merangkai kata dan menghasilkan tulisan yang baik.

2. Latar belakang informasi. Seorang penulis harus memiliki latar belakang informasi yang banyak. Ibarat seorang guru, ia harus belajar dulu sebelum mengajar. Karena informasi yang banyak kita dapatkan akan memudahkan kita untuk menyampaikan informasi melalui tulisan.
3. Model bacaan. Sangat penting bagi seorang penulis menemukan pashion-nya. Bila kita suka dengan model bacaan fiksi, maka kita akan lebih mudah bagi kita untuk menuliskan karya-karya berbentuk fiksi. Begitu pun sebaliknya, kita akan lebih mudah menuliskan nonfiksi tatkala kita menyukai bacaan-bacaan nonfiksi.

4. Menyenangi tulis-menulis. Seorang penulis harus menyukai/menyenangi dunia tulis menulis. Sangat tidak realistis bila kita ingin menjadi penulis sementara kita tidak suka atau bahkan malas menulis.

5. Membiasakan membaca. Seorang penulis harus rajin membaca. Maka, kita yang ingin menjadi penulis harus rajin membaca. Membaca di sini, bukan hanya membaca tulisan, tetapi juga mau membaca keadaan. Dengan biasa membaca yang tertulis dan yang tidak tertulis, maka kita akan mudah menulis.

Tidak sulit, kan? Selamat mencoba, hingga kita menjadi penulis yang hebat.



----------------------------------------------------

Dapatkan artikel terbaru kami
Dengan masukkan nama dan email Anda di bawah ini




Silahkan di SHARE Jika Bermanfaat

1 comment:

  1. Nice blog! Is your theme custom made or did you download it from somewhere? A design like yours with a few simple adjustements would really make my blog shine. Please let me know where you got your design. Thanks a lot itunes account login

    ReplyDelete

Catagories

SEARCH