DAPATKAN ARTIKEL TERBARU

Thursday, May 12, 2016

Bagaimana Cara Penggunaan Tanda Baca Titik (.) yang Baik dan Benar?


Menyinggung seputar kebahasaan, sangat perlu adanya pembahasan mengenai tanda baca. Tulisan tidak pernah lepas dari tanda baca. Bagi sebagian orang ini adalah soal ringan, bahkan ada yang mengabaikan hal ini. 

Namun, bagi orang yang ‘menyentuh’ dunia kepenulisan, baik penulis atau kaum terpelajar, pengetahuan seputar tanda baca merupakan hal yang wajib diketahui. Selain itu, kesalahan-kesalahan seputar tanda baca yang bagi sebagian orang dianggap sepele akan berakibat fatal saat mencoba mengirimkan naskah ke penerbit. 

Ya, penerbit tidak menginginkan naskah yang amburadul. Bagi penerbit, kepuasan pasar (pembaca) adalah yang paling utama.

Membahas tentang tanda baca merupakan pembahasan yang panjang. Oleh karena itu, saya membagi menjadi beberapa bagian pembahasan. Pada pembahasan bagian ini (Bagian 1) saya bahas pemaiakan tanda-tanda baca berikut.


Tanda titik (.)
Penggunaan tanda titik (.) terbagi menjadi tujuh bagian berikut.

a.      Tanda titik digunakan pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh:
Saya tinggal di Bengkulu.
Dia sudah pergi sejak kemarin.
Kita berangkat sekarang.
Mereka tidak datang hari ini.
Namun, tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya menggunakan tanda titik.

Contoh:
Buku itu ditulis oleh Dr. Ahmad Al-Habsiy, M.Pd.
Acara ini memerlukan meja, kursi, mikrofon, wireless, dsb.
Tidak bersemangat dia mengatakan, “Sudahlah, memang kita yang bersalah.”

b.  Tanda titik digunakan di belakang angka atau huruf dalam suatu bagian, ikhtisar, atau daftar.

Contoh 1:
I.                    Latar Belakang
1.      Rumusan Masalah
A.    Landasan Hukum
B.     Hakikat Penulisan

Contoh 2:
1.      Latar Belakang
1.1.            Rumusan Masalah
1.1.1.      Landasan Hukum
1.1.2.      Hakikat Penulisan

Namun, tanda titik tidak digunakan di belakang angka atau huruf dalam suatu bagian atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf.

c.  Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.

Contoh:
Pukul 3.41.32 (dibaca: pukul tiga lewat empat puluh satu menit tiga puluh dua detik atau pukul 3,40 menit, 32 detik)
Perlu diingat, penulisan waktu dengan angka dapat mengikuti salah satu cara berikut.

1)      Penulisan waktu dengan angka pada sistem 12 dilengkapi dengan keterangan pagi, siang, sore, atau malam.
Contoh:
Pukul 8.00 pagi
Pukul 12.00 siang
Pukul 4.00 sore
Pukul 9.00 malam

2)      Penulisan waktu dengan angka pada sistem 24 tidak memerlukan keterangan pagi, siang, sore, atau malam.
Contoh:
Pukul 01.30
Pukul 08.15
Pukul 11.00
Pukul 16.00
Pukul 23.00

d.  Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
Contoh:
2.45.30 jam (dibaca: dua jam, empat puluh lima menit, tiga puluh detik atau 2 jam, 45 menit, 30 detik)
0.30.20 jam (dibaca: tiga puluh menit, dua puluh detik atau 30 menit, 20 detik)
0.0.45 jam (dibaca: empat puluh lima detik atau 45 detik)

e.    Tanda titik digunakan pada daftar pustaka di antara nama penulis, tahun terbit, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit.

Contoh:
Sukino. 2010. Menulis itu Mudah Panduan Praktis Menjadi Penulis Pemula. Yogyakarta.
Stoples Pelangi Ayasofya. Keken Cana: El-Markazi Inspiring Publisher.
Perlu diingat, urutan informasi mengenai daftar pustaka tergantung pada lembaga yang bersangkutan.

f.    Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.

Contoh:
Kota itu memiliki pendukuk 30.450 orang.
Siswa yang dinyatakan lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri 15.000 orang.
Penduduk Bengkulu kurang dari 10.000.000 orang.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai tanda titik sebagai berikut.

1) Tanda titik tidak digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
Contoh:
Dia lahir tahun 1991 di Bengkulu.
Buka dan lihat halaman 2416 dan seterusnya.
Kode sandinya 4451419.

2) Tanda titik tidak digunakan pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.
Contoh:
Analisis Kekerabatan Antarbahasa di Provinsi Bengkulu (Studi Linguistik Historis Komparatif)

3)   Tanda titik tidak digunakan di belakang nama dan alamat penerima surat, nama dan alamat pengirim surat, dan di belakang tanggal surat.
Contoh:
Yth. Kepala Kantor El-Markazi Inspiring Publisher
Jalan RE Martadinata 42
Bengkulu 38211

Yth. Sdr. Ahmad Al-Habsiy
Jalan Kartini 01
Lubuklinggau 31662

4)  Pemisahan bilangan ribuan atau kelipatannya dan desimal dilakukan sebagai berikut.
Rp 300.450,00            $ 45,000.50
8.849 m                       8,849 m

g.      Tanda titik digunakan pada penulisan singkatan.
Contoh:
A.H. Nasution                            Abdul Haris Nasution
W.R. Supratman                         Wage Rudolf Supratman
M.Hum.                                       magistes humaniora
S.E.                                                sarjana ekonomi
S.Pd.                                             sarjana pendidikan
Bpk.                                              bapak
Sdr.                                               saudara
Kol.                                               kolonel


          Demikian pembahasan tentang salah satu tanda baca, yaitu tanda titik (.) secara ringkas dan padat. Semoga bermanfaat dan selamat mengaplikasikan ilmunya.

Baca juga : Cara Menulis yang Baik dan benar


----------------------------------------------------

Dapatkan artikel terbaru kami
Dengan masukkan nama dan email Anda di bawah ini




BERMANFAAT? Boleh SHARE Klik Di Bawah Ini

No comments:

Post a Comment

Catagories

SEARCH