DAPATKAN ARTIKEL TERBARU

Thursday, May 5, 2016

Cara Menulis Cerpen yang Baik untuk Pemula



Cerpen merupakan suatu karya sastra yang menyajikan sebuah makna yang dapat diambil dari kisah di dalamnya. Sejalan dengan namanya, cerpen adalah sebuah karya sastra yang berbentuk cerita yang singkat atau pendek. Secara umum panjangnya cerpen hanya berkisar hingga maksimal belasan halaman. Hal paling ‘sakral’ dalam cerpen adalah hanya terdapat satu konflik. 

Menulis cerpen bisa dikatakan mudah, bisa juga dikatakan sulit. Dikatakan mudah karena hanya memerlukan satu konflik dan kisah yang tidak panjang. Dikatakan sulit karena kurang atau bahkan tidak adanya niat dalam hati kita untuk menuliskan cerpen. Bagaimana mungkin? Mungkin saja, karena menulis cerpen itu mudah. Yuk, kita baca tulisan ini supaya kita semua, khususnya penulis pemula memulai langkah baik menulis cerpen. 
Aturan-aturan Menulis Cerpen

Layaknya menjalani alur kehidupan, dalam menulis cerpen pun ada aturan-aturan yang harus kita taati. Aduh,,, aturan lagi aturan lagi! Tenang, Sob. Aturan-aturannya tidak sulit, kok. Berikut aturan-aturan menulis cerpen.

1. Pendek. Ya, iyalah, Sob. Kalau panjang itu bukan lagi cerpen. Bisa cerbung, novelet, atau novel. 

2. Utuh. Maksudnya, cerpen merupakan rangkaian cerita yang utuh, tidak bersambung ke episode berikutnya atau melanjutkan episode sebelumnya. 

3. Tegas. Walau sama-sama menyajikan cerita, berbeda cerpen dengan novelet atau novel. Setiap penggambaran apapun dalam cerpen harus dipadatkan sepadat mungkin. Tidak perlu terlalu detail dan menghabiskan banyak rangkaian kalimat. Karena itu akan memperpanjang cerita itu sendiri. 

4. Terkesan nyata atau hidup. Cerpen harus terkesan nyata. Bagaimana memberikan kesan nyata? Caranya, yaitu dengan menggunakan tokoh sungguhan. Maksudnya, harus adanya penokohan yang jelas. Percakapan juga akan menambah sensasi nyata dalam cerpen. So, kedua hal penting ini harus kita libatkan dalam cerpen kita.



5. Penyelesaian (ending). Sob, sama-sama sudah kita ketahui tadi bila cerpen memiliki satu konflik. Oleh karena itu, harus kita sajikan penyelesaian atau ending terhadap konflik yang ada. Happy ending atau sad ending? Itu hak penulis. Tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun.

Ga usah banyak-banyak aturannya, Sob. Lima itu saja sudah cukup. Hehe. Oke, kita lanjutkan ke perihal berikutnya.


Baca juga : 7 Kesulitan yang biasa dihadapi penulis pemula

Tahap-tahap Menulis Cerpen

Ini, Sob. Tahap-tahap kita menulis cerpen.

1. Tema. Dalam menulis apapun, termasuk cerpen, tema merupakan hal utama yang harus ada. Tema ibarat nyawa dalam menulis. Bisa diartikan tulisan tanpa tema ibarat mayat hidup. Hiii, ngeri, ya, Sob. Hehe.

2. Jenis Cerpen. Nah, Sob. Kita tentukan jenis cerpen kita. Mau cerpen anak-anak, remaja, Islami, dewasa, dan masih banyak lagi jenisnya. Tinggal kita pilih. Supaya fokus mengena ke pembacanya. Maksudnya jangan sampai salah sasaran. Cerpen remaja kita bawakan ke anak-anak? Kan ga nyambung.

3. Judul. Judul itu ibarat pakaian, Sob. Jadi, supaya cerpen kita bagus, maka judulnya buat sebagus mungkin. Tapi bukan bentuk tulisan (font) yang bagus, ya? Hehe. Bagus di sini maksudnya menarik perhatian pembaca.

4. Sudut Pandang. Langkah kelanjutan dari penentuan tema dan judul ini dapat diartikan sebagai pusat pengisahan atau posisi penulis dalam cerita itu. 

Ada tiga sudut pandang yang biasa dipakai penulis, yaitu: pengarang serba tahu (biasanya pengarang menggunakan kata dia atau nama pada tokoh utama), pengarang ambil bagian (pengarang sebagai ‘aku’ pada tokoh utama atau tokoh yang lain), pengarang sebagai pengamat (pengarang seolah-olah tidak tahu jalan pikiran tokoh-tokohnya), dan perpaduan antara ketiganya

Nah, ketiga ini kita pilih sendiri mana yang kita nyaman menggunakannya.

5. Penokohan. Di sini kita tentukan watak-watak tokoh yang kita gunakan dalam cerpen kita.

6. Latar (setting). Latar ini sangat berguna, Sob. Karena latar inilah yang membumbui cerita kita menjadi seolah nyata. Tidak kalah dengan peran penokohan. Latar ini terbagi menjadi tiga, yaitu latar tempat, waktu, dan suasana.  Kita boleh menggunakan ketiganya atau salah satu atau salah duanya.

7. Alur. Inilah jalannya kisah yang kita sajikan dalam cerpen kita. Alur terbagi tiga, yaitu alur maju, mundur, dan campuran. Kita boleh memilih salah satunya.

Oke, ini tahap-tahapnya. Kita melangkah ke perihal berikutnya.
Kerangka Menulis Cerpen

Layaknya membangun rumah, menulis pun perlu kerangka. Maka, dalam cerpen kita harus menentukan kerangkanya. Kerangka ini menjadi acuan atau patokan bagi kita yang kemudian dikembangkan menjadi kisah yang disajikan dalam bentuk cerpen. Kerangka ini dibuat supaya tulisan kita tidak ke mana-mana. 


Hal paling penting dalam pembuatan kerangka adalah memadukan semua unsur cerpen. Sehingga akan menjadi ringkasan kisah yang utuh. Setelah itu baru kita kembangkan menjadi kisah. Selain tulisan kita tidak ke mana-mana, kerangka juga berfungsi supaya kita dapat menentukan ending kisah yang memuaskan pembaca. Banyak, lho, para penulis yang memaksakan ending dan membuat ending yang tidak memuaskan karena kurang atau tidak sesuai dengan alur kisahnya.

Sumber Inspirasi dalam Menulis Cerpen

Pernyataan ini sering muncul dalam benak kita, Sob. 
“Sebenarnya saya ingin menulis, tapi ga dapat inspirasi.”

Yup, benar sekali. Kebanyakan dari kita gagal menulis karena menganggap tidak adanya inspirasi. Inspirasi bagaikan ruh dalam menulis. Tanpa inspirasi, maka penulisnya akan mati. Ups, keceplosan. Hehe. Oke, Sob. Kita bahas inspirasi.

Inspirasi bisa datang dari mana saja. Inspirasi bisa kita dapatkan di mana saja. Dalam dunia penulisan cerpen, biasa kita mendapatkan inspirasi dari berbagai hal berikut.

1. Pengalaman. Tidak bisa dipungkiri bila pengalaman paling banyak menyumbangkan inspirasi, terutama bagi cerpenis atau penulis cerpen pemula. Pengalaman ini bisa pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain.

2. Imajinasi penulis. Inspirasi yang satu ini murni dari khayalan atau imajinasi penulis. Murni hasil pemikiran. 
Inspirasi clear, Sob? Kita lanjutkan ke perihal terakhir artikel singkat ini.

Kiat Menulis Cerpen

Ini dia tips atau kiat menulis cerpen. 
1. Berbasis alur. Maksudnya, kita harus menemukan karakter unik tokoh lalu merangkai sebuah alur untuk karakter itu. 

2. Apa adanya. Sebagai salah satu prosa, cerpen harus berterus terang. Begitu pun prosa yang lain, termasuk novelet dan novel. Semuanya menyajikan kisah yang terang. Apa adanya. Tidak dikiaskan. Bisa dikiaskan, tetapi tetap alur kisahnya mengesankan benar-benar nyata.

3. Dialog. Dalam menulis cerpen sangat penting adanya dialog. Dialog membuat suasana cerpen menjadi lebih hidup. 

4. Kejutan. Cerpen selayaknya menyajikan ending yang tidak tertebak oleh pembaca. Sangat dianjurkan untuk menghindari ending yang datar atau mengambang. Tapi, buat ending itu surprise bagi pembaca.

Nah, lengkap sudah penjelasan cara menulis cerpen yang baik untuk pemula. Mudah, kan? 

Langkah selanjutnya apa? Ambil pena dan kertas atau ambil laptop lalu kerjakan. SIAP..!!




----------------------------------------------------

Dapatkan artikel terbaru kami
Dengan masukkan nama dan email Anda di bawah ini




Silahkan di SHARE Jika Bermanfaat

5 comments:

Catagories

SEARCH