DAPATKAN ARTIKEL TERBARU

Saturday, May 14, 2016

Bagaimana Menggunakan Tanda Baca Koma (,) yang Baik dan Benar?


Menyinggung tanda baca, termasuk tanda koma (,), bagi sebagian orang dianggap merupakan sesuatu yang mudah dan sepele. Pertanyaannya, sudah berapa banyakkah skripsi, tesis, disertasi, dan karya-karya ilmiah lain yang dicoret atau gagal mendapatkan acc dosen gara-gara kesalahan dalam penggunaan tanda baca? 

Sudah berapa banyakkah siswa yang mendapatkan nilai kecil mata pelajaran Bahasa Indonesia? Dan yang paling fenomenal, sudah berapa banyakkah editor penerbit yang dengan tegas men-delete dan menyatakan naskah ditolak, padahal naskahnya bagus, hanya gara-gara kesalahan dalam menggunakan tanda baca? 

Bukan bermaksud mengungkit-ungkit masa lalu atau mencari-cari kesalahan orang, tapi di sini saya ingin berbagi sedikit ilmu tentang penggunaan tanda baca. Pembahasan kita kali ini menyangkut masalah penulisan dan editing.

Penggunanaan tanda koma (,) yang baik dan benar dapatsebenarnya bisa dikatakan susah, bisa juga dikatakan mudah. Yuk, disimak pada pemaparan berikut dengan contohnya. Selamat belajar.

Baca juga : TERBONGKAR..!! Rahasia Cara memenangkan Lomba Menulis

1. Tanda koma digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau bilangan. 

Contoh:
Dia membuat meja, kursi, dan lemari.
Andi, Ruslan, Ahmad, dan Zaki sudah tiba sejak pagi tadi.
Tiga, dua, ... satu!

2. Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului kata seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali.

Contoh: 
Dia anak orang kaya, tetapi mau berteman dengan siapa saja.
Sebenarnya ini bukan rumah saya, melainkan rumah paman saya.
Ahmad suka membaca buku fiksi, sedangkan Fadhil suka membaca buku motivasi.
Semua peserta harus mengikuti agenda malam, kecuali yang benar-benar sakit.

3. Tanda koma digunakan untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.

Contoh:
Kalau tidak ada halangan, saya akan datang.
Karena sombong, dia tidak memiliki banyak teman.
Supaya pintar, kita harus rajin belajar.
Perlu diingat, tanda koma tidak digunakan untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.

Contoh:
Saya akan datang kalau tidak ada halangan.
Dia tidak memiliki banyak teman karena sombong.
Kita harus rajin belajar supaya pintar.

4. Tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun begitu.
Contoh:
Anak itu malas belajar. Oleh karena itu, dia tidak lulus tes masuk perguruan tinggi negeri.
Dia memang sudah mulai menulis sejak sekolah dasar. Jadi, wajar kalau dia sekarang menjadi penulis hebat.
Meskipun begitu, dia tetap menulis.

Perlu diingat, ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun begitu tidak digunakan pada awal paragraf.

5. Tanda koma digunakan untuk memisahkan kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, dan kasihan, atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Mas dari kata lain yang terdapat dalam kalimat.
Contoh:
O, begitu?
Wah, bagus sekali!
Kamu harus datang, ya, besok ke rumahku.
Mas, kamu sedang mengerjakan apa?
Mengapa kamu tiba-tiba pergi, Dik?
Saya berangkat sekarang, Bu.

6. Tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. 
Contoh:
Sambil tersenyum dia berkata, “Saya akan berangkat ke Arab Saudi besok.”
“Saya akan berangkat ke Arab Saudi besok,” katanya sambil tersenyum, “Kau jaga baik-baik keluarga di sini.”

Baca juga: Bagaimana menggunakan tanda baca titik (.) yang baik dan benar

7. Tanda koma tidak digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
Contoh:
“Di mana kamu sekarang?” tanya Andri melalui telepon.
“Datang ke rumahku sekarang! Penting!” titahnya.

8. Tanda koma digunakan di antara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan tanggal, dan nama tempat dan wilayah atau negara yang ditulis secara tertib atau berurutan.
Contoh:
Sdr. Abdul Aziz, Jalan Yos Sudarso 1, Lubuklinggau
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu, Jalan WR Supratman, Kandang Limun, Bengkulu
Bengkulu, 6 April 1994
Bengkulu, Indonesia.

9. Tanda koma digunakan untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya pada daftar pustaka.
Contoh:
Imelda, Fitria. 2016. Sang Maha Cinta pun Jatuh Cinta. Bengkulu: El-Markazi Inspiring Publisher.
Mittal, Rakesh K. 2005. Sukses dengan Berpikir Positif. Alih Bahasa Agustina Reni Eta. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
Sumiati, Diana. 2016. Simfoni Pencacah Hati Kata Mutiara dan Kata Motivasi. Bengkulu: El Markazi Inspiring Publisher.

10. Tanda koma digunakan di antara bagian-bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir.
Contoh:
Alisjahbana, S. Takdir, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat, 1950), hlm. 25.
Imelda, Fitria, Sang Maha Cinta pun Jatuh Cinta. Jilid 1 (Bengkulu: El-Markazi Inspiring Publisher, 2016) hlm. 44.

11. Tanda koma digunakan di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Contoh:
R. Sinaga, S.Pd.
Hj. Purwanti, M.Si.
Herlinda, S.E.
Muhammad Ruslan, S.Kom., M.Hum.

Perlu diingat, berdasarkan contoh dapat dibedakan antara Herlinda, S.E. dengan Herlinda S.E (Herlinda Saras Erniwati).

12. Tanda koma digunakan di awal angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh:
14,7 m
49,5 kg
Rp 500,00

13. Tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh:
Dosen saya, Pak Faiz, pandai sekali.
Di daerah kami, misalnya, masih banyak pasar tradisional yang menjual sayur-sayuran.
Seluruh mahasiswa baru, baik laki-laki maupun perempuan, harus mengikuti kegiatan pengenalan kehidupan kampus.

14. Tanda koma dapat digunakan – untuk menghindari salah baca/salah pengertian – di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh: 
Dalam menjalani kehidupan, kita harus mampu mengikuti arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
Bandingkan dengan:
Kita harus mampu mengikuti arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjalani kehidupan. Saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya.
Bermakna sama, tetapi berbeda intonasi bila dibacakan. Juga penggunaan tanda koma pada contoh pertama, sedangkan pada contoh kedua tidak digunakan tanda koma.

Demikian sekilas pembahasan tanda koma. Semoga bermanfaat dan selamat mengaplikasikan ilmunya.


----------------------------------------------------

Dapatkan artikel terbaru kami
Dengan masukkan nama dan email Anda di bawah ini




BERMANFAAT? Boleh SHARE Klik Di Bawah Ini

1 comment:

Catagories

SEARCH