DAPATKAN ARTIKEL TERBARU

Wednesday, May 11, 2016

Menulis buku harian? Penting kah?


Udah mengalami kejadian apa aja kemarin? Ingat bagaimana kejadiannya, tempatnya waktunya, dan kondisinya?

Coba sedikit memikirkan lagi. Apakah kejadian yang sudah dilewati kemaren sedih, menyenangkan, mengesankan, atau biasa saja. Mungkin tidak ingat sama sekali kemaren habis melakukan apa saja. Yang kamu tahu kemaren hidup, bangun tidur, makan, main, pulang, tidur lagi. 

Gitu aja? Kayaknya mulai perlu mengubah hidupmu untuk lebih teratur. Bukan minta orang lain untuk mengaturnya, tapi dirimu sendiri lah yang mengatur hidupmu. Salah satunya kamu bisa menuliskan kegiatan hidup didalam sebuah buku khusus atau kebanyakan orang menyebutnya diary. 

Atau pernah punya buku diary, bagus dong. Tidak usah takut jika kamu laki-laki punya diary, karena diary tidak ditentukan dengan jenis kelamin. Siapapun bisa dan boleh memiliki dan menuliskan diary. biar enak ketika nulis diary kita harus tahu kenapa sih kita menuliskannya. Sederhana, tapi perlu lho. Langsung aja nih.

Baca juga : Belajar Menulis dari Leichester City, Emang Bisa?

Alasan menulis buku harian

Setiap orang mmemiliki alasan yang berbeda dari setiap yang dilakukannya. Begitu juga dengan diary setiap orang memiliki alasan sendiri untuk menuliskannya. Kita bagi beberapa alasan kenapa harus menulis diary atau buku harian.

Untuk orang yang cukup sensitif perasaanya dan juga pendiam biasanya menulis diary ketika kondisi hati atau perasaannya sedih. Untuk kamu yang berasa pada posisi ini biasanya akan menulis diary ketika mendapatkan moment tertentu dalam hidup. 

Ketika ada keluarga yang meninggal, ketika mendapatkan kondisi yang membuat dirinya merasa terpuruk atau galau (bahasa ngetrendnya) dia perlu tempat untuk mencurahkannya. Salah satunya dengan diary. menuliskan tempat, waktu, tanggal, lalu diceritakan kejadian yang dirasakannya.

Ada juga yang menuliskan diary sebagai rutinitas. Buku harian sudah menjadi sseperti seorang teman baginya. Setiap ada kejadian dia menceritakannya dengan diary. apa yang dia lakukan entah itu spesial atau tidak selalu ada yang ditulislkan. Ataupun hanya menuliskan “tidak ada yang terjadi hari ini”. Yang pasti alasan untuk orang yang menulis diary ini adalah sebuah kebutuhan. Apapun yang dialami pada setiap harinya, harus dituliskan dalam buku hariannya.

Terakhir, alasan menulis buku harian yang mungkin bisa menjadi pegangan untuk kita, aku, ataupun kamu, untuk mencatat pengalaman spesial atau hal bersejarah. Terkadang kita bisa lupa begitu saja ketika mengalami pengalaman yang luar biasa. Tentunya kita harus tetap merekam kejadian itu, selain dengan kamera dan video alat canggih pada masa ini, menuliskannya adalah cara merekam yang baik dengan mencurahkan perasaan dan ungkapan yang kita rasakan di dalamnya.

jadi apa alasanmu menulis buku harian?

Tujuan menulis buku harian

Hampir sama seperti alasan menulis buku harian. Setiap orang juga punya tujuan masing-masing untuk menulis buku hariannya. 

- Menulis buku harian untuk latihan menulis. Ini bisa dilakukan bagi kamu yang mau mengasah kemampuan menulis. Dengan melakukannya setiap hari membuat kemampuan menulis bisa meningkat. Ketika menulis diary, kita menuliskannya dengan mengalir dan perasaan yang lepas, sehingga akan membuat kita terbiasa menulis jika ingin membuat tulisan ynag lebih khusus nantinya

- Menulis buku harian untuk menyimpan rahasia. Ada lho di sekitar kita orang yang susah untuk bisa mempercayai orang lain atas ketakutan atau trauma dimasa lalu. Namun, mereka tetap perlu untuk bisa menyimpan cerita atau mencurahkan ssesuatu yang perlu diungkapkan. Pelarian terakhirnya kepada sebuah buku harian. Terlebih lagi jika orang tersebut tipe protektif, mungkin dia akan memilih buku yang ada gemboknya, sehingga benar-benar tidak bisa diketahui oleh orang lain apa yang menjadi rahasianya.

- Berbeda dan kenyamanan. Ada juga  orang-orang yang tidak ingin ikut-ikutan orang lain. Di zaman yang serba canggih ini, masih ada yang suka menggunakan cara lama untuk melakukan kegiatan sehari-harinya. Sama dengan buku diary,mereka mencari kenyamanan dengan menuliskan ungkapan hatinya di dalam buku harian. Tidak seperti yang lainnya menuliskan di tablet atau di laptop.

Baca juga : 8 Kunci Menjaga Good Mood dalam menulis

Manfaat menulis buku harian


kita bagikan langsung perpoin manfaat untuk kamu jika menulis buku harian:
1. Kamu bisa menjadi penulis yang produktif, karena mampu menulis setiap hari
2. Mengasah kemampuan otakmu untuk terus berpikir dalam mengolah cerita ke dalam kata-kata
3. Melatih kemampuan pengingatmu. Dengan menuliskan kegiatanmu sehari-hari kamu jadi bisa bagaimana mengingat sebuah runtutan kejadian 
4. Refleksi. Dengan melihat tulisan pengalaman yang telah kita lakukan, membuat kita mampu merefleksi dan mengoreksi diri kita sendiri.
5. Menjadi ssejarah hidup yang penting yang di masa depan mampu menjadi pendukung cerita ssukses kita nantinya.

Langkah-langkah menulis buku harian yang baik

Pada dasarnya menulis buku harian boleh dikatakan berifat bebas , disesuaikan dengan yang menulis. Namun ada juga masukan-masukan untuk membuat buku harian menjadi baik dan bagus.

Pertama, menulislah lembar demi lembar. Jikai ingin mendapatkan tulisan yang baik, tentunya harus bisa menuliskannya runtut. Jika kamu menulis buku harian lompat-lompat tentunya akan bingung dibaca. Apalagi kalau memakai detail waktu dan tempat lebih enak jika ditulis lembar demi lembar berurutan ya.

Kedua, tuliskan, waktu, tanggal, dan tempat dengan rinci. Ketika menulis buku harian hendaknya kita bisa menuliskan semuanya secara lengkap. Karena tujuan kita untuk bisa mengingat, atau menjadikannya kenangan bersejarah, dengan data tulisan yang rinci membuat kita mudah mengingat dan menjadi referensi yang baik untuk dituliskan dan dibaca.

Ketiga, jelas. Singkat memang namun buku harian yang tidak jelas tentunya akan sulit untuk dibaca. Tulislah dengan baik dan cantik seiap kata yang ada di buku harian. Memang mungkin tidak perlu mengikuti aturan baku dalam menulisnya, namun menuliskannya dengan cantik dan baik menjadi kenikmatan sekaligu menghargai diri ssendiri sebagai pemiliknya.

Contoh menulis buku harian atau pengalaman pribadi
Nah ini contoh singkat yang mungkin bisa dijadikan rujukan dalam menulis diary. selain dari ini masih banyak contoh lain yang mungkin bisa dijadikan contoh tulisan, karena tidak ada tulisan yang sempurna.

Rabu, 24 mei 2034, bengkulu
Hari pertama aku menginjakkan kaki di bumi setelah 2 tahun harus menjelajah luar angkasa. Sekarang kota kelahiranku sudah banyak berubah. Ah, semuanya masih tidak terlalu tampak berbeda. Masjid jamik, masjid tertua ini masih tetap kokoh berdiri. Hari ini aku baru saja menyelesaikan misiku. Bagaimana kabarmy ry setelah dua tahun aku tinggal. Sepertinya kamu masish tersimpan rapi di tempatmu ya. Hehe.
Terakhir aku menulismu masih ingat kala itu hujan lebat sedang membahasi bumi karena iklim cuaca yang tidak stabil dikarenakan ledakan nuklir di atas lapisan ozon menganggu kondisi iklim dan cuaca ke seluruh benua. ........

Itu sedikit yang mungkin bisa dijadikan contoh. Memang seperti curhat, tergantung dari siapa yang menulisnya.

Oke, jangan hanya membaca dan terus melihat layar ini ya, sekarang saatnya KAMU MENULIS...

Baca juga : 8 Rahasia Agar Naskah Buku Cepat Selesai dalam 30 Hari Bahkan Kurang

----------------------------------------------------

Dapatkan artikel terbaru kami
Dengan masukkan nama dan email Anda di bawah ini




BERMANFAAT? Boleh SHARE Klik Di Bawah Ini

No comments:

Post a Comment

Catagories

SEARCH