DAPATKAN ARTIKEL TERBARU

Thursday, May 5, 2016

Panduan Cara Menulis Karya Ilmiah Sederhana - Part 1



Menulis karya ilmiah merupakan sebuah pekerjaan yang tidak asing bagi kalangan terpelajar. Baik siswa, mahasiswa, guru, atau kalangan terpelajar lain. Bagi mahasiswa, menulis karya ilmiah merupakan hal yang ‘wajib’. Namun, sebelum lebih jauh mengulas tentang menulis karya ilmiah, lebih bijak bila kita sedikit membahas hakikat karya ilmiah itu sendiri.

Pengertian Menulis Karya Ilmiah

Secara umum karya ilmiah dapat kita definisikan sebagai sebuah tulisan yang berisi laporan dari hasil penelitian. Tentu saja penelitian yang dilakukan dengan langkah-langkah ilmiah, seperti merumuskan masalah, merancang penelitian, melakukan penelitian, menarik kesimpulan dari penelitian, melakukan penelitian perbaikan (bila diperlukan), dan menulis laporan ilmiah.

Menulis karya ilmiah merupakan kegiatan melaporkan hasil penelitian yang sudah dilakukan dalam bentuk tulisan. Dalam prosesnya kita harus memerhatikan kaidah-kaidah penulisannya.

Dalam kegiatan apapun, termasuk menulis karya ilmiah, kita harus mengawalinya dengan persiapan. Adapun persiapan yang paling utama yang harus kita lakukan adalah dengan menentukan rumusan masalah. Rumusan masalah itu ibarat nyawa dalam ritual menulis karya ilmiah. Setelah permasalah telah dirumuskan, maka kita lanjutkan dengan langkah-langkah ilmiah lain yang telah kita bahas di atas.



Menulis karya ilmiah bukan merupakan kegiatan yang sia-sia. Menulis karya ilmiah sangat bermanfaat. Secara umum menulis karya ilmiah dapat dijadikan tempat untuk memublikasikan fakta-fakta hasil penelitian kepada orang lain. Fakta-fakta yang dimaksud adalah fakta-fakta yang tidak ada atau belum dipublikasikan sebelumnya. Jadi, menulis karya ilmiah dapat dijadikan sebagai objek untuk menyebarluaskan pengetahuan atau wawasan baru kepada pembaca.


Baja juga : Langkah-langkah menulis puisi yang benar

Tujuan Menulis Karya Ilmiah

Menulis karya ilmiah, selain bermanfaat juga memiliki tujuan. Tujuan itulah titik akhir dalam sebuah usaha. Adapun tujuan umum menulis karya ilmiah, yaitu sebagai wahana mengungkapkan pikiran yang berlandaskan riset ilmiah, sarana peningkatan etos kinerja ilmiah mahasiswa, transformasi pengetahuan dari pihak lingkungan pelajar dengan lingkungan sosial masyarakat umum, sebagai bukti potensi ilmiah peneliti, dan sebagai ajang latihan dasar penelitian. 

Puncaknya, bagi mahasiswa menulis karya ilmiah merupakan jalan pemerolehan gelar. Diploma, sarjana, master, dan seterusnya.

Syarat Dasar Menulis Karya Ilmiah

Menulis karya ilmiah didasari oleh hasil penelitian. 
Adapun syarat dasar menulis karya ilmiah kita bahas sebagai berikut.

1. Keaslian. Karya ilmiah harus asli, bukan saduran, jiplakan, atau hasil dari orang lain yang kita klaim sebagai karya kita.

2. Pengetahuan dasar tentangnya. Menulis karya ilmiah harus memiliki pengetahuan dasar dari apa yang kita tuliskan. 

3. Penunjang. Dalam menulis karya ilmiah tidak dapat sembarangan. Harus ada penunjang atau acuannya.


Baca juga: Cara Menulis Cerpen Yang Baik dan Benar

Bahasa yang di gunakan dalam Menulis Karya Ilmiah



Bahasa yang digunakan dalam menulis karya ilmiah yaitu bahasa yang ilmiah. Secara rinci, mari kita simak ciri-ciri bahasa yang digunakan dalam menulis karya ilmiah, yaitu:

1. Sejalan dengan makna pembaca. Maksudnya, antara penulis dengan pembaca memiliki satu sudut pandang yang sama. Di sini penulis diharuskan untuk menggunakan bahasa yang mana pembaca dapat menangkap hal yang diutarakan penulis.

2. Tidak ambigu. Bahasa dalam karya ilmiah adalah bahasa yang tegas. Tegas di sini maksudnya tidak memiliki makna ganda. Apa yang disampaikan penulis, maka itulah yang ditangkap pembaca. Bukan yang lain. Berbeda dengan karya fiksi atau karya nonilmiah.

3. Tidak emotif. Sangat terlarang bagi kita untuk menulis karya ilmiah dengan BAPER (membawa perasaan). Karya ilmiah harus apa adanya dan disampaikan berdasarkan fakta. Tidak diembel-embeli dengan perasaan atau sudut pandang pribadi.

4. Bahasanya baku. Karya ilmiah harus menggunakan bahasa yang baku, yang sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa.

5. Istilah keilmuan. Sangat dianjurkan kepada kita untuk menggunakan istilah-istilah ilmiah dalam menulis karya ilmiah. Hal itu supaya lebih menegaskan bila karya yang kita tulis adalah karya ilmiah.

6. Rasional. Menulis karya ilmiah harus berdasarkan data dan fakta yang ada. Data dan fakta yang ada berdasarkan hasil penelitian.


Baca juga: 4 Langkah Penting yang tidak boleh di lewatkan sebelum menulis 

Format Menulis Karya Ilmiah
Menulis karya ilmiah memiliki panduan atau format yang harus dipatuhi. Secara umum format menulis karya ilmiah dapat dirincikan sebagai berikut.

1. Halaman sampul. Pada bagian ini berisikan judul, lambang instansi, nama penulis, nama instansi, daerah atau kota, dan tahun pembuatan secara lengkap.

2. Lembar persetujuan. Bagian ini berisi tanda tangan pihak-pihak yang membimbing atau bersangkutan atau yang menjadi penanggung jawab dalam karya ilmiah yang ditulis.

3. Abstrak. Adalah keseluruhan isi karya ilmiah yang disampaikan dalam bentuk kesimpulan ringkas. 

4. Kata Pengantar. Bagian ini berisi ungkapan rasa syukur, gambaran hasil penelitian secara umum, ucapan terima kasih, dan permohonan kritik dan saran yang membangun. 

5. Daftar isi. Bagian ini memuat segenap bab dan subbab atau bagian-bagian yang menjadi pokok dalam karya ilmiah.


6. Daftar tabel (jika ada). Daftar tabel ini ditulis dalam rangka menunjukkan tempat-tempat atau posisi tabel-tabel yang digunakan dalam karya ilmiah yang kita tuliskan.

7. Daftar gambar (jika ada). Daftar gambar ini ditulis dalam rangka menunjukkan tempat-tempat atau posisi gambar-gambar yang digunakan dalam karya ilmiah.


8. Daftar pustaka. Bagian ini merupakan bagian yang wajib dalam menulis karya ilmiah. Bagian ini berisikan judul-judul buku yang menjadi acuan dalam menulis karya ilmiah.

Hal yang harus diperhatikan dalam Menulis Karya Ilmiah
Terakhir, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menulis karya ilmiah, yaitu:

1. Akurasi. Menulis karya ilmiah harus berdasarkan data yang akurat. Tidak diperkenanankan menggunakan data abal-abal atau data yang kurang atau bahkan data yang tidak akurat.

2. Spesifik. Karya ilmiah harus disajikan dalam bentuk yang spesifik, tidak mengada-ada atau hasil karangan semata.

3. Penggunaan bahasa. Lagi-lagi di manapun berada dan dalam ruang lingkup apapun, bahasa yang menjadi faktor penting. Dalam menulis karya ilmiah bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia yang baku. Bukan bahasa daerah atau bahasa yang lain.

Semoga sedikit penjabaran artikel ini bermanfaat. 
Silakan share supaya yang lain mendapatkan manfaat artikel ini.


----------------------------------------------------

Dapatkan artikel terbaru kami
Dengan masukkan nama dan email Anda di bawah ini




Silahkan di SHARE Jika Bermanfaat

No comments:

Post a Comment

Catagories

SEARCH